Rabu, 03 Agustus 2011
Setelah ia bangun tidur siang, kini ia bersama Hendra, Indra dan Lundra asik bercanda tawa. Bahkan sesuatu yang serius bisa menjadi bahan bercanda, apalagi yang benar – benar lucu sehingga suasana begitu ramai dan asik. Walaupun mereka hanya berempat saja. Mulai dari mereka curhat tentang kegiatan tadi pagi.

Dimulai dari Anggara yang duduk dipintu. Tiba – tiba Indra berkata, jangan duduk dipintu nggak baik masuk saja kedalam.

Terus Hendra menjawab, emangnya kenapa , lagian dia cumin duduk bukan makan langsung duduk didepan pintu.

Tiba – tiba Lundra menjawab, emang kenapa, itu kan Cuma mitos khayalan belaka.

Meskipun itu cuman mitos, tapi kan bisa diambil sisi positifnya, gimana kalau ada orang ingin masuk kedalam jika ada yang duduk di pintu. Memang dalam khayalan para orang dahulu, orang makan dan ibu – ibu hamil , sedangkan kamu duduk dipintu ada yang masuk saja susah apa lagi ibu – ibu hamil atau sedang makan. Jawab Anggara.

Haaah benar tuch, jawab Lundra.

Lagi asyik bercanda tiba – tiba hujan deras dan lampu pun mati jadi gelap dan dingin yang terasa sore itu. Dingin – dingin enaknya ngapain yach, Tanya Hendra.

Apa yang terfikir sekarang itu lach yang enak dilakukan, jawab Lundra,

Indra menjawab, enaknya tidur , aku tidur duluan yach ?

Anggara berkata, tidak boleh tidur sore – sore.

Kenapa , Tanya Indra.

Ia kenapa, Tanya Hendra.

Karena kalau tidur sore – sore kost jadi sepi, jawab Lundra.

Mau ramai, bakar saja kost ini, nanti kita minta sumbangan sama pemda n masyarakat disini, jawab Hendra.

Ngekhayal saja kerjaan kalian, aku mau cari makanan, jawab Anggara.

Anggara pun pergi meninggal mereka bertiga, mereka akhirnya tidur. Setiba ia di kost azan maghrib pun berkumandang, tapi mereka bertiga belom juga bangun. Kini ia makan dan sangat menikmati makan kali ini. Sebagai rasa syukur, tak ada satupun yang terbungan makanan itu. Ia pun berkata betapa nikmatnya hidup ini jika bersyukur. Buktinya makan sedikit sudah terasa kenyang. Ia pun menlanjutkan apa yang harus dilakukan.
Saat tidur ia bermimpi SM*SH datang menghampirinya. Bahkan ia mendapat surprice atau kejutan dari personel SM*SH dan para wartawan. Dalam mimpi itu Rafael, Rangga, Morgan, Bisma, Dicky, Reza dan Ilham serta ada beberapa wartawan yang masuk kekamarnya.

Mereka masuk langsung mengelilinginya, lalu di percikkan air kemukanya. Tak lama kemudian ia terbangun sekali matanya terbuka ia berkata, kox kalian disini lach ini apa – apaan ada kamera “.

Bisma menjawab, surprice bangun – bangun lagi. Sambil mengajak perosel lainnya untuk membangunkan. Namun ia berusaha menarik selimut untuk menutupi mukanya.

Dicky berkata, epzzzzz nggak boleh ditarik lagi lets go tarik ?

Semua personel SM*SH menarik selimutnya, mau tak mau akhirnya bangun juga. Dengan rasa malu terbangun juga, bahkan semua yang ada disana tertawa. Iapun lari kekamar mandi, dan berkata, kox bisa tahu sich ?

Lalu Morgan berkata, mau tau aja kamu (sambil tertawa )

Cepat nggak keluar atau kita kunci dari sini, jawab ILham.

Iya iyapuas , jawab Anggara.

Anggara pun keluar dari kamar mandi dengan nada malu, sedangkan wartawan sibuk meliput dan personel SM*SH sibuk dengan keusilan. Sebernya kalian mau ngapain sich kesini, jangan – jangan kalian mau ngerjain aku ya kan, Tanya Anggara.

Sebernanya kami mau, happy birthday , ucapan dari semua personel SM*SH dan wartawan.

Ya ampun aku aja lupa , emang sekarang tanggal berapa, Tanya Anggara.

Sekarang tanggal 6 masa tanggal 11, jawab Rafael.

Oh yach, aku lupa maklum, jawab Anggara.

Tak lama kemudian ia pun dicoret – coret dengan personel SM*SH. Sehingga wajahnya penuh dengan coklat. Ta hanya muka namun sampai rambutnya juga, tak dapat lagi dibayangkan betapa hancur bentuknya sekarang. Tiba - tiba ia dijailin lagi dengan cara disiram pakai tepung. Ia berkata, emangnya aku ini alat untuk membuat makanan pakai acara disiram tepung sekalian aja dipanggang, ni lagi cameramen senang banget yach.Lalu ia diangkat kekamar mandi dan direndam hingga kedinganan.

Selanjutnya ia pun mandi, dan setelah bersih mereka foto – foto bersama. Tiba – tiba manajer SM*SH bilang kita harus jumpa fans. Personel SM*SH pulang dan meninggalkan kado yang sangat istimewa buat Anggara.

Setelah bangun dikirain beneran, ehh tenyata hanya sebuah mimpi.

Nantikan kisah selanjutnya di Faridwanjaswa.blogspot.com
Selasa, 02 Agustus 2011
Saat ia pulang dari kuliah, ia melihat sebuah mobil truck terguling. Truck itu membawa hasil perkebunan karet. Tak tau bagaimana kejadiannya dan ia pun tak mau tau. Karena ia ingat saat kejadian sebulan yang lalu terjatuh, serta beberapa hari yang lalu ketika hendak diserempet mobil.

Begitu pula dengan kejadian saat ia baru bangun tidur, tiba – tiba ibu kostnya meminta nomor handphone karena handphonenya hilang. Dan ia pun sangat terkejut.

Saat Hendra pulang kerja ia pun tak segan atau malu bertanya ?

Tanya Anggara, kenapa masa lalu selalu terbayang.

Jawab Hendra, karena masa lalu itu adalah pelajaran untuk masa mendatang.

Tapi gara – gara masa lalu, aku sering sedih dan sangat sedih, Tanya Anggara kembali.

Emang masa lalu apa sich yang membuat kamu begini, Tanya Hendra.

Tadi ada truk terguling dan tadi pagi ibu bilang kalau handphonenya hilang, jawab Anggara.

Karena masa lalu itu adalah bayangan kehidupan masa mendatang, jadi ambil sisi positif dari masa lalu jangan sampai terpuruk gara – gara masa lalu, jawab Hendra.

Tapi tak mudah untuk melupakannya, dan bila mengingatnya maka tak jarang air mataku menetes, jawab Anggara.

Masa lalu emang menjadi bayangan semu dan tak jarang menghantui masa depan, jawab Hendra.

Hendra berpesan kepada Anggara, bahwa hidup ini tak semudah yang dihayalkan atau difikirkan, namun hidup ini begitu kejam dan sangat menyakitka. Hidup ini harus dijalani, bukan untuk difikirkan semata. Yang namanya manusia hidup itu akan selalu ada yang namanya cobaan dan ujian. Dan kamu harus tegar untuk semua rintangan yang menghalang. Tiada satu umat manusia yang hidup dimuka bumi iniyang tanpa ujian dan cobaan. Tidur aja cobaan, walaupun kebanyakan itu adalah kebahagian. Coba kamu bayangkan jika waktunya harus kuliah, namun mata ini sulit untuk dibuka apa itu rezeki itukan sebuah cobaan. Meskipun kecil namun sangat berarti bagi kehidupanmu kelak. Dengan cobaan maka fikiranmu bisa menjadi lebih dewasa dan bisa juga semakin menjadi anak – anak tergantung kamu yang menentukan dengan cara menyelesaikan masalah. Masalah itu bukan untuk ditinggal lari namun harus diselesaikan dengan kepala dingin.

Yaudah sekarang kamu mandi terus beribadah kepada Tuhan, supaya fikiranmu tenang, saran Hendra.

Kini Anggara langsung mandi dan beribadah lalu kini ia tertidur pulas. Sedangkan hendra hanya tersenym manis. Ia berharap kelak ia menjadi orang yang lebih sabar dalam menghadapi semua permasalahan dunia yang semakin kejam.

Nantikan kisah selanjutnya di Faridwanjaswa.blogspot.com
Kini tak hanya Anggara yang merasa bahagia namun semua teman – teman kost Ita pun ikut bahagia karena rambutan yang selama ini banyak ditunggu. Bahkan teman – teman Ita kini saling berbagi cerita tentang aktivitas sehari an.

Tak hanya itu, teman Anggara yang satunya pun lagi jatuh cinta. Bahkan ia sedang rindu karena ditinggal sang pujaan hati. Tak lain dan tak bukan si Ning, karena yang kekasih sedang libur di kampong halaman. Kini mereka hanya bisa berkomunikasi dengan handphone saja. Tapi dengan itu dapat mengobati rasa rindu yang terpendam.

Tiba – tiba handphone Anggara rusak, ia berharap dapat membeli handphone yang super instan. Dari semenjak Sekolah menengah atas ia sangat mengidam – idamkan handphone ini. Bahkan ia pun mencari aplikasi untuk akun jejaring social seolah – olah ia menggunakan handphone itu. Tak banyak teman – temannya tertipu, bahkan memberikan nomor pinnya.

Kini ia hanya bisa berhayal karena uang tabungannya untuk membeli handphone telah habis untuk memenuhi kebutuhannya sehari – hari. Uang saku yang diberikan orang tuanya pun kadang kurang. Apalagi saat ia melihat sang idola menggunakan ipad yang begitu asik, kini ia pun terpikat untuk membeli ipad. Sebulan yang lalu ia sempat bertanya kepada penjual berapa harga ipad tersebut.

Headsheet yang barusan ia belipun rusak karena handphone jatuh. Terputus pas di penghubung antara handphone dan headsheet. Kini ia tak dapat mendengarkan music dengan dengan headsheet lagi.

Sedangkan disisi lain saat ia menjalankan ibadah sholat di masjid tak herannya ia terusik dengan keusilan anak – anak disana. Tapi jika dibandingkan waktu ia semasa anak – anak ia sering menjahilin teman – temannya mulai dari menukar sandal, sampai mengganggu kosentrasi, banyak juga menarik celana atau sarung temannya. Saat ini ia hanya tersenyum melihat anak – anak rebut. Dan banyak anak – anak membawa buku untuk mencatat siraman rohani yang diberikan. Sewaktu ia sekolah dasar, menengah pertama dan atas pun masih membawa itu buku.

Saat ia mendengarkan siraman rohani yang diberikan, ia hanya dapat menyimpulkan betapa pentingnya dalam hidup ini bersyukur, karena dengan bersyukur rezeki akan bertambah dan hidup lebih terasa nyaman.

Sesaat ia tiba di rumah ia langsung mengambil handphone yang rusak itu lalu dinonaktifkan kemudian diaktifkan kembali. Ternyata masih bisa digunakan untuk berkomunikasi kembali. Kini ia dapat tersenyum kembali karena dapat berkomunikasi dengan teman – temannya yang jauh dari kehidupannya.


Nantikan kisah selanjutnya di faridwanjaswa.blogspot.com
Saat Anggara hendak tidur tiba – tiba ketiga temen kostnya bercerita tentang antrian SPBU yang panjang. Tak cukup dengan dua garis disetiap SPBU, untuk mendapatkan bahan bakar minyak. Karena jumlah kendaraan yang semakin banyak dan bahan bakar yang tersedia semakin sedikit. Sedangkan pedang kaki lima menjual perliter hingga Rp 10.000 bahkan lebih.

Bahan bakar semakin sedikit, namun stock kendaraan yang membutuhkan semakin banyak. Lalu apa yang harus kita lakukan, Tanya Indra kepada temannya.

Lundra menjawab, tidak ada yang dapat kita lakukan lagi ?

Hendra pun menjawab, mestinya harus mencari bahan bakar yang tidak bersumber dari minyak bumi.

Indra menjawab, aku rasa tak cukup dengan itu saja , yang menjadi persoalannya kendaraan yang masuk di Negara ini sudah sangat banyak.

Hendra menjawab, sepertinya Negara ini harus mengurangi jumlah kendaraan yang masuk dan meningkatkan kwalitas kendaraan umum.

Tapikan kendaraan umum di Negara ini berantakan dan membuat penumpang tak nyaman, Tanya Indra.

Ia benar juga apa yang katakana, jawab Lundra.

Hendra menjawab, semua itu bisa saja dilakukan jika memang warga Negara ini mau berusaha.

Karena mereka terlalu asik memperbincangkan permasalahan kendaraan dan bahan bakar yang semakin rumit. Tak sadar mereka tertidur lelap hingga pagi menjelang. Semua itu mereka lakukan karena bahan bakar ini telah sulit dicari, jika pun ada sangat mahal harganya.

Keesokkan harinya Anggara mendapat telepon dari temennya Ita, untuk menemani kerumah kekasih pujahan hatinya. Saat mereka diperjalanan tiba – tiba panas begitu sangat mereka rasakan. Dan tiba – tiba ban motor Anggara kempes di pertengahan jalan. Terpaksa mereka berdua mendorong motor hingga menuju bengkel terdekat. Ternyata setelah dibongkar, ban dalamnya robek terpaksa ganti ban baru.

Lalu mereka melanjutkan perjalanan hingga sampai di rumah sang kekasih Ita. Karena Anggaraterlalu asik bercerita dan bercanda kepada keluarga kekasih Ita. Si Ita pun seakan tak mau kalah dengan kekasihnya bercanda ria.

Tiba – tiba Anggara meminta pulang karena takut terlalu maalam. Namun sang kekasih Ita berkata tunggu saja nanti diantar. Ternyata pas mau pulang motor Anggara lampu motornya tak mau hidup.

Kini mereka bertiga bergegas pergi sambil membawa rambutan. Tak lama kemudian sampai lah di rumah masing – masih. Kekasih Ita terpaksa pulang terlalu malam.

Tunggu kisah selanjutnya part 11 di >< faridwanjaswa.blogspot.com
Senin, 01 Agustus 2011
Saat malam tiba, ia menonton sebuah acara perbankkan disalah satu stasiun televise Indonesia. Disana ada sebuah cara supaya bisa berkomunikasi langsung personel SM*SH. Dengan cara menelpon nomor telepon yang diberikan. Anggara pun mencoba untuk menelpon, namun ia tak tahu ternyata harus daftar dulu. Jadi ia hanya menelpon saat segment telepon dibuka oleh presenter atau pemandu acara tersebut. Ia tak berhasil untuk menelpon nomor telepon yang ditampilkan, padahal ia ingin memperkenalkan kepada temen –teman SM*SHBLAST bahwa ada juga SM*SHBLAST cowok atau pria.

Keesokannya Anggara harus pulang ke kost, karena ia besok harus ujian mid atau pertengahan semester. Adiknya berkata, kakak kapan pulang kalau tidak ada kakak sepi dan tidak ada yang merapikan rumah lagi seraya menangis.

Anggara pun menjawab, kakak tidak lama kox besok Jum’at kakak pulang kox.

Dengan perasaan sedih, ia tetap meninggalkan adiknya di rumah sendirian. Karena kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan. Saat ia melewati SPBU untuk membeli bahan bakar ternyta habis. Lalu ia membeli di toko kaki lima. Karena takut jika dipertengahan jalan harus kehabisan bahan bakar.

Setelah 30 m3nit dalam perjalanan tiba – tiba ban motor belakang kemps, dan ternyata itu bacor. Akhirnya diperbaiki, setelah 30 menit kemudian kempes lagi. Ia pun memberikan pesan singkat lewat handphone kepada orang tuanya bahwa motornya kempes diperjalanan. Dan orang tuanya menyarankan untuk mengganti ban bagian dalam.

Sambil menunggu ban motornya selesai diperbaiki, ternyata ada seseorang kecelakaan gara – gara ditabrak. Walaupun kondisi mereka tidak begitu parah, namun ia sangat tidak tega melihat yang jatuh tadi jalan dengan kaki pincang karena luka.

Gara – gara luka itu ia hamper menangis, karena ia ingat saat jatuh beberapa minggu yang lewat. Dan ia sangat kecewa dengan para montir di bengkel itu karena mereka sangat kurang ramah, walaupun mereka semua masih muda.

Setelah ia sampai di kost, temen satu kostnya memutar lagu yang sangat sedih dan hamper ia menangis dalam kamarnya.

Malang,
Nasibku malang,
Mengapa abang tinggal kan
Dulu kita sama sama cinta
Kini berpisah karena orang tua
Untung lach hati kasih dak sampai
Seperti bunga layu ditangkai
O nasib, kau badan
Mengapa semalang ini
Dulu bersumpah patah Sembilan.

Karena lagu tersebut mempunyai kenangan yang tak indah sewaktu ia SMP. Dan waktu SMP lagu tersebut adalah lagu favorite satu sekolahan. Jadi baginya sangat berkesa. Namun ia tak mau berkata kepada temen satu kostnya karena lagu itu adalah lagu favorite bagi mereka.

Kini ia hanya bisa mengingat – ingat masa SMP. Lalu ia makan malam dan kemudian ia pergi untuk beribadah kepada-nya. Di sana banyak anak kecil yang bercanda ria dan penuh tama, yang sama indahnya waktu ia kecil dulu.

Tunggu kisah selanjutnya di faridwanjaswa.blogspot.com
Keesokan harinya ia pulang ke rumah dengan suasana yang sangat panas. Sepanjang perjalanan hatinya begitu riang karena ia bakal bertemu keluarganya. Tak peduli debu berterbangan, mobil lalu lalang, lobang yang dalam, dan kodisi yang kurang baik. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan , karena bisa sampai di rumah dengan selamat.

Sesaat ia di rumah datanglah sepupunya yang bernama Lenny. Ia berkata, kebetulan kamu pulang karena aku ingin curhat padamu tentang masalah yang membuatku sedih. Anggara pun segera duduk di samping sepupunya dengan suasana yang Riang.

Lenny berkata, aku menjadi sasaran utama dalam masalah kaburnya Putra. Putra adalah saudara sepupu Anggara yang begitu akrab dan sering bercanda bersama.

Haaaaaah Putra pergi kemana, memangnya kenapa ? jawab Anggara.

Ia pergi gara – gara orang tuanya tak menyetujui hubungannya dengan Ani, jawab Lenny.

Gara – gara cinta ia mau melawan orang tua, menghabiskan uangnya , cinta memang kebutuhan tapi jangan sampai gara- gara cinta bisa gila karena hidup tak cukup dengan cinta, jawab Anggara.

Lenny menjawab, itu lah yang membuat aku kesal, bahkan banyak orang memfitnah aku lah yang membawa Putra pergi ? sambil menampakkan wajah kesal.

Ya sudah jangan emosi, emangnya kamu bawa dia pergi tidakkan ? tanya Anggara.

Lenny menjawab, aku hanya menghantarkan ia sampai ke simpang komplek sana dan dia menyuruhku pulang ke rumah.

Mereka tak tahu apa masalahnya, mereka hanya bisa berbicara saja itu fitnah, ya udah ambil hikmahnya saja, jawab Anggra.

Tak sadar waktunya mereka harus mandi karena malam hamper tiba. Mereka tak hanya sebagai saudara sepupu yang kompak namun tetangga yang kompak pula. Tak banyak para warga yang iri melihat kedekatan mereka berdua. Bahkan setiap warga yang lihat tak habis melihatnya. Meskipun music dan handphone mereka berdering namun cerita dan derai air mata tak berhenti begitu saja. Bahkan ada seorang warga yang berkata, cukup lah hari telah malam. Tak lama kemudian mereka berpisah untuk mandi dan menjalankan aktivitas mereka selanjutnya.

Setelah Anggara selesai mandi, Lenny pun dating ke rumahnya lalu berkata, oh yah sudah dapat kabar belum tentang si Bunga ?

Kenapa, Tanya Anggara.

Si Bunga kecelakaan diserempet mobil truk, tangan dan kakinya lepas, dan kepalanya bocor , jawab Lenny.

Ya Tuhan , kenapa harus begini ? jawab ANggra seraya meneteskan air mata.

Lenny pulang karena ia ada tamu. Tak hanya air mata yang mengalir namun kesedihan pun bertambah. Tak jauh dengan kebiasaan yang biasa dilakukan ia hanya menulis puisi disepotong kertas buram ?

Kenapa,
Kenapa ,
Dan kenapa ?
Semua ini harus terjadi, semua ini harus aku alami
Kenapa Tuhan, tolong jawab ?
Musibah yang dating bertubi- tubi,
Aku tak sanggup dengan semua ini
Kini, lebih baik kau cabut nyawaku
Tuhan,
Dengarkan curahan hati ini

Air mata menetes di kertas yang telah kusut dan kini ia harus tertidur di atas kertas yang telah dituliskan puisi Lara itu.

Tunggu kisah selanjutnya.

About Me

Foto Saya
faridwan
jambi, jambi, Indonesia
cuexz
Lihat profil lengkapku

Footer Widget 1

wellcome

wellcome at faridwanjaswa.blogspot.com

Footer Widget 3

Recent Posts

Download

Blogger Tricks

Blogger Themes

Laman

Powered By Blogger
faridwanjaswa. Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 2

Postingan Populer

Pengikut

Share

Share

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail