Jumat, 22 Maret 2013


Setiap hari selalu berusaha
Setiap waktu selalu berdoa
Tiada hari tanpa usaha
Tiada hari tanpa doa
Semua diperjuangkan sepenuh jiwa raga
Tak mengenal petang dan senja
Tapi hendak dikata
Bahwa Tuhan berkata beda
Semua yang direncanakan kini hancur
Hanya kekecewaan yang ada
Dan deraian air mata yang mengalir
Mengalir membasahi bumi
Hingga membanjiri daratan hina
Berjuta semangat yang diberikan
Sesak yang semakin dalam terasa
Hingga jatuh kelubang yang dalam
Kekecewaan, kehancuran, pilu
Yang semakin menjadi beban
Tuhan
Kenapa cobaan hidupku begitu berat
Begitukah kau kepadaku
Tuhan aku tak sanggup lagi untuk menatap dunia
Aku malu , , , malu , , , , dan malu
Tuhan tolong aku
Berikan aku kekuatan dan petunjukmu

Selasa, 13 Maret 2012



Dipagi ini
Awali langkahmu dengan senyuman
Jangan kau hadirkan luka dan air mata
Jikalau kau hadirkan hal itu
Hidupmu akan merana
Boleh bersedih
Boleh menangis
Tapi jangan larut
Nikmati sisa hidupmu
Dengan mensyukuri apa yang ada
Sesungguhnya Tuhan telah memberikan 10.000 kebahagian
Jangan kau hancurkan karena satu kesedihan
Percayalah Tuhan masih memberikan 9.999 kebahagian lagi
Tolong jangan buat menyesal sore nanti
Ayo bangun
Bangkitkan semangatmu
Awali dengan doa
Niscaya akan bahagia
Percayalah akan janji Tuhan.
Jumat, 09 Maret 2012



Saat pertama aku kenal kamu
Kamu adalah teman buatku
Lalu kamu teman baikku
Dan tak berapa lama
kau musuh dalam selimut
tapi  aku jatuh hati kepadamu
Namun rasa cinta itu tak bertahan lama
Entah kenapa ? ? ? ?
Seolah aku ini pelabuhan ,
Terkadang ramai tak juang sepi
Hingga suatu hari, kau datang dalam mimpiku
Jika aku boleh tau pertanda apakah itu ?
Apakah pertanda bahwa Tuhan menisyaratkan SE SU A TU ?
Itu yang sedang aku cari tau , , , , ,, , , , ,  !
Dan mau kah engkau membantu ?


MISTERI dalam cinta


Diawali dengan kecurigaan
Hingga harus ada yang tersakiti
Berderai titik air mata
Berjuta kata maaf
Tak dapat meluluhkan hatiku
Terlalu dalam dan sakit

Kucoba memaafkan, namun kutak sanggup
Meskipun Tuhan membenci itu
Tapi aku bukan Tuhan yang mudah mengerti
Aku juga manusia, sama sepertimu
Yang lelap dalam emosi, larut dalam luka

Jika suatu saat ada pionir kehidupan
Semoga itu kata maaf buatmu
Degradasi yang terlalu hampa
Kian membuat torehan luka

Kerasnya hati, tak halnya eudroxolyn
Panas dan dingin tetap utuh
Bedah jauh dengan alstonia
Kian lama kian luluh
Semoga engkau dapat mengerti.
Rabu, 08 Februari 2012



Aku tahu engkau pendekar
Semua juga tahu kau pahlawan
Kata – katamu menjunjung langit
Dan kau buat melayang

Janjimu mewarnai hidup
Yang elok menggelora
Karena janjimu kami terpanah
Sebab katamu terpesona
Hingga dikorbankan jiwa raga

Tapi kini, , , , , ,
Janjimu hilang di Batanghari
Lalu lalang beriring emas
Melayang terbang diawan
Berenang debu diangan
Menghapuskan jejak dikaca
Menulis emas dilautan

Menangis darah, bersyairkan cinta
Berkata manis, tertelan empedu
Tersenyum lebar, membanjiri dunia

Segala yang tak terupaya
Terpuruh dalam lubang buaya

Makna : puisi ini mengkisah seseorang yang kecewa terhadap orang yang dianggap sebagai penuntun yang memberikan kata – kata manis dan banyak orang mengikutinya.  Tak hanya kata – kata manis, namun janji – janji yang menggiurkan hingga semakin banyak pengikutnya. Namun semua itu hanyalah bual belaka yang tak pernah terwujud.



Tanya , , , , , , ?

Kenapa di dunia ini harus ada manipulasi
Dan mengapa yang benar selalu salah
Semua kesalahan bisa jadi benar

Akan jadi apa Negara ini , , , !

Keterpurukan semakin dalam
Yang jujur kini hancur lebur
Yang salah sekarang tersenyum lebar
Yang benar kini jauh tertinggal , , , , !
Yang pintar sekarang bodoh
Dan yang bodoh menjadi buta

Tak ada satupun yang dapat membuktikan

Jawabnya tak tahu kenapa , , , , , !

Makna : puisi ini mengisahkan sebuah penderitaan yang dialami seseorang, dia selalu berusaha benar namun tetap saja salah dimata umum. Semua akibat lahirnya sebuah paham baru yaitu manipulasi. Dan hal layak membenarkan kesalahan itu, dan kini ia harus menerima kebenaran dengan kesalahan yang tak pernah diperbuatnya. Ia kini hidup dengan menjadi bahan gunjingan, dan semuanya berubah menjadi tetesan air mata. Yang dirasakan bahwa manusia didunia ini telah dibodohi oleh itu.

About Me

Foto Saya
faridwan
jambi, jambi, Indonesia
cuexz
Lihat profil lengkapku

Footer Widget 1

wellcome

wellcome at faridwanjaswa.blogspot.com

Footer Widget 3

Recent Posts

Download

Blogger Tricks

Blogger Themes

Laman

Powered By Blogger
faridwanjaswa. Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 2

Postingan Populer

Pengikut

Share

Share

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail